Pendatang tanpa izin dibenar pulang

oleh Anazkia


Oleh Johan Afandi johan@bharian. com.my



Langkah elak kebergantungan ketika gawat

JOHOR BAHRU: Semua pendatang tanpa izin yang berada di negara ini, kini dibenarkan pulang ke negara masing-masing tanpa dikenakan sebarang tindakan sebagai satu langkah kerajaan mengelakkan kebergantungan kepada pekerja asing ketika menghadapi kegawatan ekonomi

Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Syed Hamid Albar (gambar) ketika dihubungi Berita Harian di sini, semalam, berkata langkah berkenaan sama seperti yang pernah dilakukan kerajaan melalui program pengampunan semula selama empat bulan pada Oktober 2004.


"Ada hampir 1.2 juta pendatang tanpa izin di negara ini, majoritinya dari Indonesia dan kita berharap melalui langkah ini, ia akan dapat menggalakkan mereka pulang ke negara asal," katanya.


Sebelum ini, lebih 400,000 pendatang tanpa izin pulang selepas kerajaan mengadakan program penghantaran pulang selama empat bulan bermula Oktober 2004. 

Melalui program berkenaan juga, kerajaan dapat menjimatkan lebih RM2 juta kerana tidak perlu mengadakan operasi menahan pendatang tanpa izin berkenaan sebelum diadili di mahkamah dan seterusnya, dihantar pulang ke negara asal.

Difahamkan, KDN melalui Jabatan Imigresen akan mengadakan semula program penghantaran pulang pendatang tanpa izin serta Ops Nasihat bermula Februari ini.


Menerusi program terbaru ini, pendatang tanpa izin hanya perlu membawa dokumen daripada kedutaan masing-masing serta tiket pulang, ke Jabatan Imigresen dan mereka hanya akan dikenakan kompaun sebanyak RM400 selain bayaran RM100 untuk pas khas. 

Mereka kemudian akan dibenarkan meninggalkan negara ini tanpa dikenakan sebarang tindakan mengikut Akta Imigresen 2004, yang membolehkan mereka dipenjara dan dikenakan sebatan, sebelum dihantar pulang ke negara asal. 

Syed Hamid berkata, program penghantaran semula itu, membabitkan pendatang tanpa izin di seluruh negara termasuk di Sabah, yang dikatakan mempunyai jumlah pendatang tanpa izin paling ramai di negara ini.

"Kita mahu mereka menyerah diri secara sukarela tetapi operasi menahan pendatang tanpa izin tetap diteruskan Rela dan Jabatan Imigresen.

"Mereka yang ditahan pihak berkuasa akan dikenakan tindakan mengikut Akta Imigresen dan dihadapkan ke mahkamah.

"Sebab itu, saya meminta semua pendatang tanpa izin menyerah diri di Jabatan Imigresen dan dengan rela hati pulang tanpa perlu berhadapan sebarang tindakan undang-undang," katanya.
------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- --------- ------

ctt: yang dimaksud dokumen dari kedutaan adalah SPLP (Surat Perjalanan Laksan Paspor)
silakan informasikan kpd TKI yg datang ke M'sia secara ilegal...syarat pembuatan SPLP sudah tetera di kalender PIP PKS M'sia

0 komentar:

Posting Komentar

Bukan Hanya buruh yang kena PHK

oleh Anazkia

Ekspatriat Migas Indonesia di Malaysia Terkena PHK



Kuala Lumpur (ANTARA News) - Krisis ekonomi yang melanda dunia berdampak juga kepada PHK (pemutusan hubungan kerja) beberapa ekspatriat Migas Indonesia di Malaysia, sementara ekspatriat di sektor IT (industri telekomunikasi) dan dosen masih aman.

"Beberapa anggota kami memang sudah ada yang di PHK, tapi jumlahnya belum banyak. Tidak sampai 10 orang. Itupun karena perusahaannya berpusat di Amerika, Eropa dan Australia yang paling terasa krisis ekonominya," kata Hari Permadi ketua IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia), di Kuala Lumpur, Jumat sore.

PHK di perusahaan yang berbasis di Amerika, Eropa dan Australia pada tahun ini diperkirakan akan semakin bertambah lagi. Berbagai tanda-tandanya sudah nampak, katanya.

Sementara itu, para ekspatriat Indonesia yang bergerak di sektor IT, elektronik dan dosen yang tergabung dalam organisasi MyCommit tampaknya masih aman. "Hingga saat ini belum ada dari anggota kami yang kedengaran di PHK terkait dengan krisis ekonomi," katanya.

Tapi untuk para buruh yang bekerja di sektor IT dan elektronik memang sudah banyak yang di PHK, misalkan Western Digital dan Texas Instruments Inc. "Jika levelnya manajer masih belum kedengaran tuh," tambah Taufik, yang bekerja di perusahaan consultant Vantage, di Malaysia.

"Begitu juga dengan warga Indonesia yang bekerja sebagai dosen atau guru besar di semua universiti di Malaysia belum kedengaran ada yang di PHK. Masih aman-aman saja," katanya.

Menurut catatan KBRI, ada sekitar 5.000 ekspatriat Indonesia bekerja di Malaysia. Bahkan dari 10 orang penentu kebijakan di Petronas, enam orangnya adalah ekspatriat Indonesia.(* )
COPYRIGHT © 2009

0 komentar:

Posting Komentar

Lagi, TKI Disiksa Majikannya

oleh Anazkia

26/04/2008 05:55 - Kasus TKI
Liputan6.com, Subang: Penyiksaan yang dialami tenaga kerja Indonesia oleh majikannya di luar negeri kembali terjadi. Ade Zubaidah, seorang tenaga kerja wanita asal Desa Sembung, Pagaden, Subang, Jawa Barat, yang bekerja di Malaysia memilih pulang kampung. Ia tak tahan disiksa oleh majikannya.

Ade sedikit lega, sebab gaji selama satu tahun bekerja telah dibayar sang majikan. Hanya saja, penderitaan Ade belumlah berakhir. Saat akan kembali ke kampung halamannya, gaji Ade harus dipotong oleh perusahaan yang memberangkatkannya. Ia dianggap tak memenuhi kontrak selama dua tahun.

Selama setahun bekerja sebagai pembantu di wilayah Delima, Kluang, Malaysia, Ade mengaku kerap disiksa majikan, baik majikan laki-laki maupun perempuan. Ade yang menjadi TKI sejak Februari 2007 ini tidak melaporkan kasusnya ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia setempat karena selama bekerja dirinya tak diperbolehkan keluar rumah.(ANS/Syamsu Nursyam)

0 komentar:

Posting Komentar

Diduga Disiksa di Malaysia, TKW Stres

oleh Anazkia

10/06/2008 13:00 - Kasus TKI

Liputan6.com, Ngawi: Derita tenaga kerja wanita di luar negeri tak kunjung berhenti. Winarti, TKW asal Ngawi, Jawa Timur, baru-baru ini pulang ke Tanah Air dalam kondisi tubuh terluka diduga akibat penyiksaan. Menurut dokter, TKW yang selama tujuh bulan bekerja di Malaysia itu mengalami trauma psikologis dan depresi berkepanjangan.

Hampa dan bingung. Gadis belia ini tak mau diajak bicara siapa pun. Makanan pun ia tolak. Winarti, yang baru dua hari pulang dari Negeri Jiran langsung dirawat di pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Hampir seluruh tubuh Winarti terluka. Kedua punggung tangannya pun penuh bercak hitam. Pun demikian dengan kuku ibu jari kaki Winarti yang rusak.

Menurut ayahnya, Tumiran, dua hari lalu Winarti diantar dua wanita. Tumiran belum paham apa yang telah menimpa sang anak. Belum ada keterangan apa pun dari pengerah jasa TKI, PT Bumi Mas Katong Besari, Ponorogo, yang memberangkatkan Winarti.(YNI/Dirgo Suyono)

0 komentar:

Posting Komentar

TKW Tewas di Malaysia

oleh Anazkia

23/06/2008 05:32 - Kasus TKI

Liputan6.com, Cilacap: Tangis histeris menyambut kedatangan jenazah Sukarmi, tenaga kerja wanita asal Desa Wlahar, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, Ahad (22/6). Sebelum meninggal almarhum sudah empat bulan bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga.

Sukarmi ditemukan tewas di salah satu kamar milik majikannya di Malaysia pada Mei 2008 lalu. Berdasarkan pemeriksaan medis diketahui Sukarmi telah meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit. Ia meninggal akibat penyakit paru-paru dan gangguan pernapasan. Namun, pernyataan tim medis tersebut sempat diragukan pihak keluarga korban. Karena sebelum berangkat ke Malaysa Sukarmi dinyatakan sehat.(IAN/Mardianto)

0 komentar:

Posting Komentar

TKW Meninggal Tak Wajar di Malaysia

oleh Anazkia


Liputan6.com, Tangerang: Jenazah Sarti bin Sarpan tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan pesawat Malaysia Airlines, Kamis (8/1) petang. Tiga anggota keluarga yang menjemput menduga perempuan berumur 33 tahun ini meninggal secara tak wajar.

Salah satu indikasinya, sebelum meninggal korban sempat menghubungi keluarga melalui sambungan telepon. Saat itu korban dengan nada ketakutan meminta keluarganya untuk segera menolong dirinya. Sayangnya, Sarti tidak menjelaskan penyebab yang membuat dirinya sangat ketakutan. Hingga akhirnya keluarga baru mengetahui Sarti telah meninggal dua hari kemudian.

Di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, jasad wanita kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini sempat telantar hingga lebih dari empat jam. Pasalnya, pihak Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengurungkan memberikan bantuan ambulans karena data Sarti tak tercantum di departemen tersebut. Padahal, menurut keluarga, Sarti berangkat ke Negeri Jiran secara legal dengan dilengkapi dokumen pendukung.

Berdasarkan data Konsulat Jenderal RI di Malaysia, janda satu anak ini meninggal karena sakit setelah dirawat di Rumah Sakit Dangsal, Penang. Namun, keluarga tak mempercayainya dan akan langsung membawa jenazah Sarti ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, untuk diotopsi.

Di Malaysia, Sarti telah delapan tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Chik Lam di Penang. Selama itu, dia baru dua kali menjenguk keluarganya di Desa Lumbung Mas, Kabupaten Pati. Saat pulang kampung tersebut dia mengaku tidak bermasalah dengan majikannya. Anak kelima dari enam bersaudara ini juga sempat bercerita disukai seorang lelaki asal Indonesia yang bekerja di Malaysia, tapi dia tak menyukainya.(ANS/Abdul Rosyid)

0 komentar:

Posting Komentar

Indonesia Banyak Ilmu Hitam

oleh Anazkia

Seperti biasa, ada kalanya ketika hari sabtu atau ahad aku keluar rumah. Kali ini, terasa lain. Di rumah bu Wati aku hanya seorang diri. Tak seperti biasa mengantri membaca Qiroati, menunggu giliran masuk kamar mandi untuk menunaikan shalat. Aku kembali sendiri, yah, sendiri. Teman-teman pekerja kilang, sudah pindah semua ke Shah Alam. Bahkan, Ida, Nita dan temen2nya selamat kabur ke Indonesia. Alhamdulilah...

Terasa janggal, merasa kehilangan ada juga sedikit kesedihan yang kalau aku ikuti akan menimbulkan tangisan. Ah, nyata-nyata bahwa pertemuan adalah akhir dari perpisahan...

Pulangnya, agak telat. Ngobrol banyak ama Bu Wati. Dan lagi, aku juga harus membawa beberapa baju. Karena berat dan repot, akhirnya, aku naik taksi dari rumah Bu Wati yah meskipun mahal. Selain mahal, aku juga melanggar peraturan. Peraturan kalau aku di larang naik taksi seorang diri oleh majikanku. Maafkan aku Ibu...

Alhamdulilah sopirnya baik, cukup ramah. Dialog  pun mengalir lancar, banyak banget ngobrol, maklum, jarak Setapak ke Gombak lumayan jauh... Banyak juga soalan-soalan yang Pak cik ni tanyakan, kadang aku harus mikir dulu apa jawaban yang tepat. Kalau gak, semakin buruklah nama bangsaku.

Pak sopir memuji kebaikan majikanku, dan berulang kali bilang, kalau aku adalah pembantu yang beruntung. Tak semua majikan memberikan ijin kepada pembantunya untuk keluar rumah. Aku cuma berujar, "alhamdulilah Pak cik..." Bener juga tuh pak, padahal, dah ada peraturannya, kalau pembantu itu ada waktu cuti. yah, peraturan, tetaplah peraturan... Agaknya, sampai kapan yah...???

perbualan beranjak dari satu topik, ke topik yang lain. dari masalah ekonomi, sampai politik. Kata-kata Pak Sopir, bener juga, kalau harga sembako Malaysia dengan Indonesia Malaysia lebih murah. Itu berarti, perekonomian Malaysia lebih kukuh. yah meskipun tak lepas dari dampak krisis global juga. "Temen-temen saya juga banyak yang di PHK pak cik..." Ujarku menanggapi isu krisis global.

Katanya pak sopir, di Indonesia, korupsi itu gede-gedean. gak di sisain sama sekali, itulah yang rakyatnya banyak yang miskin. "Padahal, Indonesia lebih kaya alamnya dari Malaysia" Di Malaysia juga ada korupsi tapi, tidak sehebat di Indonesia... Aku bilang aja, " Populasi penduduk di Indonesia lebih besar pak cik jadi, banyak yang harus di uruskan." halah, masuk akal apa enggak, gak tahu...

Pak sopir juga bilang, "Di Indonesia itu banyak ilmu hitam." ya tak ya juga, aku dalam hati mengiyakan. Tapi, aku patahkan aja dengan kalimat seperti ini, " Bukan banyak Pak cik tapi, karena populasi penduduk Indonesia lebih banyak berbanding Malaysia seolah-olah Indonesia lebih banyak. Saya lihat di sini juga ada. Coba bandingkan, 250 penduduk juta Indonesia, dengan 26 juta penduduk Malaysia." Aku nyengir dalam hati, tambah gak nyambung kali. yang pasti, aku tidak mau orang mengenal Indonesia karena ilmu hitamnya




2 komentar:

Posting Komentar

Keberuntungan

oleh Anazkia

Banyak orang yang mengatakan, aku pembantu yang beruntung. Ya, banyak orang. Alhamdulilah ketika aku dengar kalimat2 itu. Sungguh ini menjadi karunia yang sangat besar buat aku. Tak lupa, aku berterimakasih kepada ibuku yang tak habis2nya selalu mendoakan aku. Inilah Karunia Allah, di mana kita yakin Dia akan menolong maka, pertolongan itu akan datang . Terimakasih ya Allah...

0 komentar:

Posting Komentar