TKW Meninggal Tak Wajar di Malaysia


Liputan6.com, Tangerang: Jenazah Sarti bin Sarpan tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menggunakan pesawat Malaysia Airlines, Kamis (8/1) petang. Tiga anggota keluarga yang menjemput menduga perempuan berumur 33 tahun ini meninggal secara tak wajar.

Salah satu indikasinya, sebelum meninggal korban sempat menghubungi keluarga melalui sambungan telepon. Saat itu korban dengan nada ketakutan meminta keluarganya untuk segera menolong dirinya. Sayangnya, Sarti tidak menjelaskan penyebab yang membuat dirinya sangat ketakutan. Hingga akhirnya keluarga baru mengetahui Sarti telah meninggal dua hari kemudian.

Di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, jasad wanita kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini sempat telantar hingga lebih dari empat jam. Pasalnya, pihak Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengurungkan memberikan bantuan ambulans karena data Sarti tak tercantum di departemen tersebut. Padahal, menurut keluarga, Sarti berangkat ke Negeri Jiran secara legal dengan dilengkapi dokumen pendukung.

Berdasarkan data Konsulat Jenderal RI di Malaysia, janda satu anak ini meninggal karena sakit setelah dirawat di Rumah Sakit Dangsal, Penang. Namun, keluarga tak mempercayainya dan akan langsung membawa jenazah Sarti ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, untuk diotopsi.

Di Malaysia, Sarti telah delapan tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Chik Lam di Penang. Selama itu, dia baru dua kali menjenguk keluarganya di Desa Lumbung Mas, Kabupaten Pati. Saat pulang kampung tersebut dia mengaku tidak bermasalah dengan majikannya. Anak kelima dari enam bersaudara ini juga sempat bercerita disukai seorang lelaki asal Indonesia yang bekerja di Malaysia, tapi dia tak menyukainya.(ANS/Abdul Rosyid)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cengengesan

Menjelang Sembilan Belas Tahun