Menulislah Dengan Kemauan Bukan Dengan Paksaan

oleh Anazkia

Di anazkia.com, entah sudah berapa lama aku nggak nulis. Sepertinya sudah lebih dari satu bulan. Hmmm... Keren banget! Kayaknya waktu terlama saya ndableg ngeblog. Tapi, meski nggak nulis di anazkia.com aku masih nulis. Pertama nulis untuk kerjaan dan ini hukumnya wajib banget :). Kedua, nulis status baik di facebook, twitter maupun whatsapp.

Nah, yang terakhir itu dahsyat banget. Aku bisa nulis sepanjang hari sesuka hati :/ iya, nulis OOT sana sini. Nggak jelas banget, yah? Etapi jangan anggap nggak jelas juga, sih. Dari obrolan di group itu bisa ke mana-mana.

Sebenernya, draft tulisan di anazkia.com itu udah banyak banget. Mendadak aku demen aja nulis di sini. Di kompasiana masih nulis sesekali. Entahlah, kadang sudah merangkai kata sebegitu rupa tapi tetap urung diteruskan.

Mungkin sebaiknya memang di sini dulu. Menulis, menepi, menyendiri, menulis apa saja semaunya tanpa ada yang membaca. Eh, iya semoga gak ada yang membaca. Kalau pun ada kok yah rajin banget :)))))

Sejak sabtu lalu, aku dibuai kegamangan dengan beberapa hal yang aku lakukan. Entah, entahlah aku begitu dirundung jenuh dengan apa yang kulakukan. Pergi, menjauh dan menghentikan semuanya itu yang terpikir di kepalaku.

Cerita dengan Kak Ria, ngambang tanpa ada penyelesaian. Meskipun dia menceritakan mimpinya di tahun 2014 dia hanya bercerita sedikit dan hal tersebut tak mampu menghidupkan booster di kepalaku.

Chipto, anak ini. Teman, sahabat dan saudara yang sudah lama saya kenali ini sangat peduli dengan kegiatan yang aku lakukan. Dia banyak support baik moril maupun materil. Tapi ada hal yang kadang membuatku enggan saat kerap ditanya "Visi Misi" Ah! Soalan itu membosankan buatku.

Kak Aip, sejak ngelihat dia dengan Dream Trigernya aku suka ngelihat tema-tema yang ditampilkan. Dan saat aku terjatuh lelah, tak jarang tanpa sungkan aku minta dia memberikan suntikan positif. Kalimat-kalimatnya kemarin bikin sukses aku mikir dan berpikir dengan sikap kekanak-kanakanku.

" Noh liat kiki, Liat mayang
Nanti mereka berpikir yang tidak2. Jangan labil ah, nanti di depan pasti ada sesal. Kamu itu orang hebat, penuh mimpi, just dont stop
Terserah kanas, konsekuensinya ngerti, kan? Kalau bosen matiin aja gadgetnya."

Dan berderet lagi kalimat-kalimat lain dari Kak Aip.

Senin kemarin, entah kenapa di saat kelelahanku berada di ujung tanduk pagi-pagi sekitar jam 9 pagi aku dapat email. Dengan subjek Jadi Narasumber TV Muhammadiyah aku terhenyak. Membaca lebih lanjut, rupanya aku diundang untuk menjadi salah satu narasumber dalam program Sakinah (Perempuan Inspiratif) tanpa sadar aku menangis haru. Sedih dan entah apalagi menjadi satu.

Aku langsung copy paste email tersebut kepada Kak Aip, Chipto, Bang Al dan Mas Trie Sungguh email senin pagi itu seperti sebuah tamparan buatku. Aku yang berada di titik terendah kejenuhan seperti disiram dengan kesejukan.

Ada satu hal yang membuatku menimang-nimang kalimat dalam undangan tersebut "Perempuan Inspiratif" Rasanya malu sekali membacanya. Nyata-nyata di saat aku lelah dan jatuh justru undangan ini datang. Subhanallah....

Aku ndheso, ya? Iya! Bahkan sangat!

Tapi aku percaya, mungkin Allah punya cara untuk kembali membangkitkan semangatku. Melalui Kak Ria, Chipto, Kak Aip, Bang Almas dan teman-teman semuanya di manapun. Kiki, Mayang, ah anak-anak itu. Mereka usianya jauh di bawahku, tapi kadang celoteh mereka yang membangkitkan booster di kepalaku.

Nulis berantakan yo ben.

Mereka, teman-teman yang aku temui itu sungguh luar biasa.

Bang Almas, teman, sahabat yang kadang menyebalkan dan menakutkan. Menyebalkan ketika dia nyinyir, meski kenyinyirannya kadang membuatku berpikir. Menakutkan ketika dia sudah ngomong panjang lebar. Iya, kadang aku langsung senyap ketika Bang Al sudah menulis panjang lebar di PM wa. Tak jarang, aku menganggapnya sedang marah, padahal esok-esoknya ketika kutanya ternyata idak :(

Haqi, semangat berbaginya kadang membuatku terharu dan bangga. Seorang pemuda yang haus akan sebuah komunitas di daerah Cilegon-Serang, saat aku mengenalkannya dengan Semestarian buatnya seperti bertemu oase di padang pasir. Ya, dia keren! Senang bisa mengenalmu, Qi.

Ah, nulis nggak jelas. Tadi aku iseng nanya ke Mbak Devi kenapa aku ndadak diundang jadi narsum? Katanya beliau menemukan aku di blog. Gubrakssss... Mahahaha.... Akoh maluuuuu. Pan aku sering banget nulis geje yaks? Hiks

Etapi, tapi aku nggak akan mengubah kedudulanku. Ini aku, ini duniaku. Kemarin aku iseng nambahin tentangku di anazkia.com. Nambahin imel ama twitter tanpa membuang tulisan lama sebelumnya.

Jadi, tetap. Tetap aku menulis dengan caraku, gayaku karena ini aku. Ah, sudahlah.... Nanti, kalau aku rajin insha Allah pengen nulis teman-teman di group satu demi satu. Etapi kalau Bang Al udah keseringan kelessss :/

0 komentar:

Posting Komentar