Indonesia Banyak Ilmu Hitam

Seperti biasa, ada kalanya ketika hari sabtu atau ahad aku keluar rumah. Kali ini, terasa lain. Di rumah bu Wati aku hanya seorang diri. Tak seperti biasa mengantri membaca Qiroati, menunggu giliran masuk kamar mandi untuk menunaikan shalat. Aku kembali sendiri, yah, sendiri. Teman-teman pekerja kilang, sudah pindah semua ke Shah Alam. Bahkan, Ida, Nita dan temen2nya selamat kabur ke Indonesia. Alhamdulilah...

Terasa janggal, merasa kehilangan ada juga sedikit kesedihan yang kalau aku ikuti akan menimbulkan tangisan. Ah, nyata-nyata bahwa pertemuan adalah akhir dari perpisahan...

Pulangnya, agak telat. Ngobrol banyak ama Bu Wati. Dan lagi, aku juga harus membawa beberapa baju. Karena berat dan repot, akhirnya, aku naik taksi dari rumah Bu Wati yah meskipun mahal. Selain mahal, aku juga melanggar peraturan. Peraturan kalau aku di larang naik taksi seorang diri oleh majikanku. Maafkan aku Ibu...

Alhamdulilah sopirnya baik, cukup ramah. Dialog  pun mengalir lancar, banyak banget ngobrol, maklum, jarak Setapak ke Gombak lumayan jauh... Banyak juga soalan-soalan yang Pak cik ni tanyakan, kadang aku harus mikir dulu apa jawaban yang tepat. Kalau gak, semakin buruklah nama bangsaku.

Pak sopir memuji kebaikan majikanku, dan berulang kali bilang, kalau aku adalah pembantu yang beruntung. Tak semua majikan memberikan ijin kepada pembantunya untuk keluar rumah. Aku cuma berujar, "alhamdulilah Pak cik..." Bener juga tuh pak, padahal, dah ada peraturannya, kalau pembantu itu ada waktu cuti. yah, peraturan, tetaplah peraturan... Agaknya, sampai kapan yah...???

perbualan beranjak dari satu topik, ke topik yang lain. dari masalah ekonomi, sampai politik. Kata-kata Pak Sopir, bener juga, kalau harga sembako Malaysia dengan Indonesia Malaysia lebih murah. Itu berarti, perekonomian Malaysia lebih kukuh. yah meskipun tak lepas dari dampak krisis global juga. "Temen-temen saya juga banyak yang di PHK pak cik..." Ujarku menanggapi isu krisis global.

Katanya pak sopir, di Indonesia, korupsi itu gede-gedean. gak di sisain sama sekali, itulah yang rakyatnya banyak yang miskin. "Padahal, Indonesia lebih kaya alamnya dari Malaysia" Di Malaysia juga ada korupsi tapi, tidak sehebat di Indonesia... Aku bilang aja, " Populasi penduduk di Indonesia lebih besar pak cik jadi, banyak yang harus di uruskan." halah, masuk akal apa enggak, gak tahu...

Pak sopir juga bilang, "Di Indonesia itu banyak ilmu hitam." ya tak ya juga, aku dalam hati mengiyakan. Tapi, aku patahkan aja dengan kalimat seperti ini, " Bukan banyak Pak cik tapi, karena populasi penduduk Indonesia lebih banyak berbanding Malaysia seolah-olah Indonesia lebih banyak. Saya lihat di sini juga ada. Coba bandingkan, 250 penduduk juta Indonesia, dengan 26 juta penduduk Malaysia." Aku nyengir dalam hati, tambah gak nyambung kali. yang pasti, aku tidak mau orang mengenal Indonesia karena ilmu hitamnya




Komentar

  1. iya...jangan dong. jangan dikenal karena ilmu hitam ya gakkk...walaupun film2 di sini (Indonesia) banyank yang menceritakan ttg. setan, hantu, sundel bolong lachhh...., hmmm bikin aku malas utk melihat filmnya, karena aku memang penakut siyyy....he he he...

    BalasHapus
  2. hehehe... mbak bisa aja deh...:) makasih ya mbak dah mampir2...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cengengesan

Menjelang Sembilan Belas Tahun