Potret TKW Indonesia Di Malaysia

To be continue...

Sambungan dari cerita beberapa hari sebelumnya. Kayaknya, dah hampir mingguan deh Maklum, gi di serang virus males ceritanya juga dah gak up to date lagi, yang penting mah di tulis wae atuh neng... .

Sabtu, 21 Februari aku ke Sungai way. janjian ketemu bareng temen di surau Assyahidin. Isti kerja di sebuah pabrik, Western Digital. Berbeda dengan pabrik-pabrik lainnya yang terkena dampak krisis ekonomi global. Westren Digital tetep teguh berdiri tanpa mengurangi karyawannya Hanya saja tidak menambah tenaga kerja.

Berbeda dengan teman-teman ku yang bekerja di pabrik Texas Instrument. Pabrik itu benar-benar sudah lingkup. Semua tenaga kerja di berhentikan. Padahal, kontraknya masih banyak, sebanyak 700 TKW Indonesia di pecat, tanpa pesangon. Menyedihkan. Alhasil, ada beberapa teman-teman ku yang lari dan minggat pulang ke Indonesia. Alhamdulilah, dengan perjuangan yang cukup panjang mereka akhirnya selamat sampai ke kampung halaman masing-masing. Sedangkan yang masih tinggal dan menetap di Malaysia di bawah agen, di bekerjakan di sebuah pabrik dengan gaji yang sangat minim Bekerja selama 12 jam.

Kembali ke pertemuan dan janjiku. Niat ku ke Sungai way sebenernya, pengen promosiin KBA (Klub Buku Anadia, tulis dalam judul lain). Berangkat dari rumah dah sore, hampir jam empat petang. Akhirnya, aku izin aja sekalian mau nginep.

Kali ini, aku bawa , emang sengaja gitu mo motoin akhwat2 sono, mo aku posting di blog. Sampai di sana, adzan ashar dah pun berkumandang, acaranya biasa, tersesat-sesat menjari jalan Jadi, gak sempet deh shalat ashar berjama'ah.

Kebetulan, sore itu ada pengajian yang khusus untuk pekerja pabrik westren Digital. Lumayan, dapet ilmu . Ini yang aku salut dengan Western Digital. Mereka begitu terorganisir, kepanitiaan dan aktif dalam banyak hal. Gak heran, kalau gebyar kreativitas muslimah yang di adakan oleh FOKMA (Forum Ukhuwah Dan Silaturrahmi Muslimah Indonesia di Malaysia) tahun kemarin, juaranya di sabet oleh saudari Fitri .

Pengajian berlangsung selama kurang lebih satu jam setengah. Yang dateng, lumayan banyak. Penampilan mbak-mbaknya dah banyak yang seperti gadis melayu berbaju kurung githu... Selama pengajian berlansung, hujan turun dengan lebatnya padahal, matahari masih bersinar terang.

Mendekati ke senja, hujan tak juga reda. Satu demi satu temen2 pulang ke hostelnya. Sedang Isti dan aku still duduk di luar surau menunggu huja reda. lama di nanti, hujan tak juga berhenti. Beberapa teman-teman kilang yang masuk pagi sudah pun pulang dan langsung menuju surau. Bertemu lagi aku dengan Fitri, yah kayaknya, dia dah lupa deh ama aku

Semakin di tunggu, hujan  tak juga berkurang. Akhirnya, aku ambil keputusan untuk nginep di di griya akhwat sungai way. Kalau nginep di hostel, ijinnya susah. Yah, meskipun sendirian tidur di sana, coz ka Susinya gi kuliah.

Sekilas memperhatikan temen-temen sungguh luar biasa. Di tengah penat lelah dan keletihan seharian bekerja, mereka masih sibuk untuk berlatih nasyid itulah rutinitas mereka. Tidak heran juga kalo mereka juga menyabet pemenang waktu gebyar kreatifitas tahun kemarin. Dari berbagai shift, mereka ada kumpulan sendiri. aplaus... aplaus...

hari beranjak semakin malam. Ba'da Isya, mereka semakin giat berlatih. Beberapa makanan yang mereka beli terhidang dan beramai-ramai mereka mulai menjamahnya. Moment-moment itu tak ku lepaskan untuk menjepretkan hasil pinjaman .

Mengingat hari semakin malam, aku dan Isti buru-buru pulang ke Hostel. Sementara aku ke Griya Madani tentunya dengan di antar Isti. Segan aku sebenernya, abis Isti baik banget sih... aku di beliin makanan segala. Suer... segan abis...







Komentar

  1. uluh... jadi juga aku posting. Tapi, ko tulisannya gak fokus sih..?? kemana nih ilmunya..???

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cengengesan